Latest Post
8.1.14
Teknik mengukus makanan ini telah lama di
kenal oleh masyarakat, dalam versi yang lebih
sederhana teknik memasak makanan dengan metode mengukus ini sudah di kenal oleh
masyarakat cina sejak 3000 tahun yang lalu, seperti terungkap dalam bukti
arkeologi yang yang ditemukan di Provinsi Yunan. Metode memasak dengan cara
mengukus ini merupakan sebuah cara mematangkan makanan menggunakan uap air yang
mendidih. Pada awalnya, masyarakat Yunan mematangkan makanan di atas batu yang
sangat panas lalu ditutup dengan ranting atau daun yang lembab, sehingga uap
panas terperangkap di dalamnya. Seiring perkembangan zaman, masyarakat cina
menciptakan berbagai alat untuk mengukus. Pada awalnya alat yang mereka
ciptakan terbuat dari bahan kayu pinus sampai akhirnya mereka membuat keranjang
kukus yang lebih sempurna, terbuat dari bambu berbentuk lingkaran. Dimana kita
sekarang mengenalnya sebagai keranjang bambu pengukus (bamboo streamer).
Tak hanya di Asia, teknik mengukus ini pun di dunia barat ternyata juga cukup
popular dan digemari. Bahkan mereka menciptakan alat pengukus khusus untuk
mendapatkan hasil yang lebih optimal, misalnya alat pengukus ikan, asparagus,
hingga alat pengukus modern seperti steam oven, yaitu oven penghasil uap panas
yang temperaturnya bisa diatur.
Dibawah ini disajikan beberapa contoh resep makanan yang menggunakan metode kukus :
MENGUKUS MAKANAN
Written By Unknown on 8.1.14 | 8.1.14
Namun
teknik memasak dengan mengukus ini masih kurang diminati oleh masyarakat dengan
alasan rasanya yang monoton, tidak seperti masakan yang ditumis atau digoreng
yang menawarkan rasa lebih gurih (karena minyak mengandung lemak). Padahal
dengan sedikit kreativitas dalam penggunaan bumbu, masakan dengan teknik kukus
bisa tampil menggairahkan dengan rasa yang benar-benar lezat. Jika kita lihat
dari segi teknik, mengukus tergolong cara memasak yang mudah. Kita cukup sekali
menyiapkan atau membuat bahan ke dalamnya, lalu kukus hingga matang. Kita tidak
harus membalik-balikan atau mengaduk-aduknya, tetapi tentunya kita harus
mengetahui tekniknya dengan benar agar menghasilkan makanan yang tak kalah cita
rasanya di bandingkan dengan teknik memasak dengan menggoreng atau menumis.
Kategori
Mengukus
Mengukus
termasuk metode memasak menggunakan cairan atau uap air (moist cooking method).
Prinsip dasarnya, makanan menjadi matang karena uap panas, jadi makanan tidak
boleh bersentuhan langsung dengan air mendidih yang berada di bawah saringan.
Makanan yang dihasilkan dari teknik memasak ini biasanya basah/lembab dan
lunak/lembut. Mengukus pada dasarnya bisa di kelompokkan ke dalam dua cara,
yaitu:
Mengukus
Langsung di atas saringan
Metode
ini paling mudah dan paling popular, bahan makanan seperti sayuran, daging,
ikan ayam atau biji-bijian ditaruh di atas saringan dalam panci berisi air
mendidih, lalu dikukus hingga matang. Bisa juga bahan makanan ditempatkan
dahulu dalam wadah atau pinggan tetapi tidak ditutup, sehingga makanan matang
karena uap langsung bersentuhan dengan makanan, misalnya nasi tim.
Mengukus
dengan dibungkus
Dalam
metode ini, makanan terlebih dahulu dibungkus rapat menggunakan daun, kertas
alumunium, kertas roti, atau wadah/pinggan tertutup. Tujuannya agar uap panas
tidak bisa keluar dari dalam wadah. Makanan menjadi matang karena cairan yang
berasal dari makanan itu sendiri, tidak bersentuhan langsung dengan uap panas
dari air yang mendidih di bawah saringan. Dengan teknik ini, makanan tetap
lembap dan tidak kering permukaannya. Rasa lezat masakan pun tetap terjaga
karena bumbu /cairan dari makanan yang matanganya lama sepereti pepes
ikan/ayam, gadon, daging kukus,arem-arem.
Tip
Mengukus
·
Pastikan
air dalam panci pengukus sudah mendidih sebelum masakan dimasukkan. Bila air
dalam panci belum mendidih, hasil makanan yang dikukus tidak akan sempurna.
Misalnya sayuran menjadi pudar warnanya, udang/ikan menjadi liat karena selama
proses menunggu air mendidih, bahan makanan telah terkena uap panas terlebih
dahulu.
·
Isi
panci dengan air 2,5 cm dibawah garis batas agar saat air bergolak tidak
menyentuh makanan yang ada di atas saringan. Batas garis ini merupakan tempat
saringan diletakkan.
·
Meskipun
makanan yang dikukus cepat matang, sebaiknya tetap isi 2,5 cm di bawah garis
batas, karena air tersebut berfungsi untuk menghasilkan panas yang stabil dan
mencapai suhu maksimal. Apabila air tinggal sedikit sementara masakan belum
matang, tambahkan air mendidih ke dalam panci pengukus. Jangan menambahkan air
dingin karena suhu akan menurun secara drastis yang bisa mempengaruhi makanan
yang dikukus.
·
Usakan
agar makanan yang dikukus memiliki ukuran potongan, atau bungkusan sama besar
agar matang bersamaan. Beri jarak makanan agar terbuka jalan bagi uap panas
naik ke atas sehingga bisa mematangkan makanan dengan lebih efisien.
·
Tutup
panci pengukus dengan rapat agar uap panas tetap berada di dalam. Bila uap
panas keluar melalui celah tutup panci,
panas di dalam panci pengukus tidak akan maksimal, dan menambah waktu mengukus.
·
Bila
mengukus makanan yang dibungkus daun, setelah bungkusan dimasukkan ke dalam
panci pengukus tunggu hingga air mendidih kembali, baru tutup panci dengan
rapat. Bila langsung ditutup, saat matang akan terlihat bercak-bercak putih
menempel pada daun pembungkus yang mengganggu penampilan makanan.
Keunggulan
Mengukus
Dengan
semakin meningkatnya kesadaran akan hidup sehat, sekarang ini orang mulai
memperhatikan makanannya. Bagi mereka yang sedang mengurangi lemak, makanan
yang dikukus menjadi salah satu pilihan karena dianggap sebagai makaan sehat. Anggapan
ini ada benarnya, karena makanan kukus sangat sedikit menggunakan minyak/lemak.
Bila ada, minyak/lemak hanya sebagai bumbu atau tambahan untuk merendam bahan
makanan sebelum dikukus. Berikut ini beberapa keunggulan dari makanan yang
diolah dengan metode kukus :
1.
Mempertahankan
lebih banyak kandungan vitamin dan mineral makanan. Makanan yang dikukus akan
kehilangan vitamin B,C dan mineral sebanyak 40%, sedangkan makanan yang direbus
bisa kehilangan hingga 70% karena larut dalam air perebusnya.
2.
Rasa,
aroma, warna dan tekstur makanan (ikan, daging, sayuran, buah) tidak banyak
berubah dibandingkan dengan makanan yang digoreng atau direbus.
3.
Panas
uap air yang mendidih mematangkanan makanan dengan cara perlahan, sehingga
makanan menjadi lembut dan tetap lembap. Ikan misalnya, sangat cocok dimasak
dengan cara dikukus karena selain teksturnya menjadi lembut, kulit luarnya juga
tetap utuh karena tidak terkoyak oleh air yang bergolak.
4.
Mengukus
memungkinkan kita menambahkan bumbu untuk menambah aroma, tanpa menyentuh
makanan sehingga tidak mengotori makanan. Rempah-rempah seperti mixed herb,
daun dill, daun bawang cincang, wortel cincang bisa ditambahkan dalam air
pengukus. Aromanya akan terbawa uap panas mengharumkan makanan di atsnya.
5.
Mengukus
bisa menghemat energi dan waktu, karena dalam sekali proses kita bisa mengukus
lebih dari satu macam bahan maknan tanpa masing-masing makanan saling tercampur
rasanya. Misalnya mengukus beberapa macam sayuran sekaligus atau mengukus nasi
dan telur utuh. Atau saat mengukus dim sum, kita bisa menggunakan beberapa
pengukus sekaligus untuk beberapa macam dim sum.
Dibawah ini disajikan beberapa contoh resep makanan yang menggunakan metode kukus :
Label:
RESEP MASAKAN
8.1.14
RAMUAN TRADISIONAL PELANGSING TUBUH
Gemuk….oh tidak…..
Memiliki
tubuh yang ramping, indah dan ideal tentunya dambaan setiap kaum hawa. Saat
kita masih gadis tubuh kita belum melar dan berkembang kesamping, akan tetapi
saat kita telah berumah tangga dan memiliki anak barulah tubuh kita banyak
berubah dan biasanya lebih condong gemuk dan jauh dari berat ideal. Manusia
sendiri
merupakan kumpulan sistem organ yang saling terkait.
Sementara organ sendiri merupakan kumpulan sel yang tersusun rapi. Setiap organ
mempunyai fungsi yang khas, masing-masing sel membutuhkan bahan-bahan yang di
perlukan untuk proses kehidupan dan pengembangannya. Air merupakan komponen
terbesar pada tubuh setiap orang. Lebih dari 50% berat tubuh berasal dari air.
Komposisi tubuh dapat diperkirakan terdiri dari air 55%, protein 19%, lemak 19%
dan bahan lain sekitar 7%. Dalam tubuh manusia, air dapat dibagi menjadi dua
bagian utama, meliputi air yang terdapat di dalam sel (cairan intrasel) dan air
yang terdapat di luar sel (cairan ekstrasel). Jumlah cairan yang terdapat di
dalam tubuh memberikan kontribusi sebesar 65-70% dari berat tubuh.
Pada
dasarnya bagi mereka yang berada
dalam kelompok gemuk seringkali merasa memiliki banyak masalah. Beberapa di
antaranya ialah merasa bahwa tubuhnya kurang indah serta tak mudah memperoleh
pakaian yang pantas dan cocok di tubuh. Hal tersebut menyebabkan mereka sulit
tampil menarik dibandingkan dengan orang yang mempunyai tubuh normal. Di
samping itu, orang yang bertubuh gemuk lebih rentan terkena serangan penyakit;
darah tinggi, jantung, stroke, diabetes dan lain sebagainya. Semakin gemuk
tubuh maka semakin sulit seseorang untuk melakukan gerakan yang lincah. Hal ini
disebabkan oleh tungkai dan kaki yang harus memikul beban berat sehingga tubuh
mudah lelah. Proses kegemukan yang dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia
disebabkan oleh berbagai faktor antara lain konsumsi, genetik, sosial budaya,
kejiwaan dan aktivitas fisik.
Beberapa Faktor yang mempengaruhi
Faktor
apakah yang banyak mempengaruhi berat tubuh? Saking penasaran mencari tahu dan
setelah melakukan beberapa observasi baik secara formal dan non formal,
akhirnya saya bertanya pada dukun sakti yang serba tahu yaitu “kakek segala
tahu” yang bernama mbah Google. Akhirnya saya beroleh beberapa jawaban yang
memuaskan rasa penasaran ini, dan adapun faktor-faktor yang mempengaruhi berat
tubuh seseorang adalah:
-.
FAKTOR KONSUMSI
Asupan
makanan yang masuk ke dalam tubuh merupakan faktor yang utama dan berpengaruh
besar dalam peningkatan berat badan seseorang. Kualitas bahan tersebut menunjukkan keberadaan komponen
makanan dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh dalam perbandingan yang
rasional. Sementara kuantitas bahan menunjukkan jumlah kebutuhan unsur bahan
makanan yang diperlukan oleh setiap tubuh.
Bila susunan makanan memenuhi kebutuhan, baik secara
kualitas maupun kuantitas, maka tubuh akan mengonsumsi makanan dalam kondisi
yang baik. Selain itu, tubuh akan mempunyai daya kerja maupun daya tahan
terhadap serangan penyakit yang maksimal. Dengan demikian, tubuh tersebut dapat
dinyatakan dalam kondisi mempunyai daya tahan yang setinggi-tingginya. Namun,
bila konsumsi makanan melebihi kebutuhan tubuh maka tubuh akan kelebihan bahan
makanan. Sebaliknya, konsumsi yang kurang akan menyebabkan tubuh dalam kondisi
kekurangan bahan makanan atau defiesiensi.
Faktor utama penyebab kegemukan sebetulnya hanya
kelebihan kalori yang diterima oleh tubuh. Di dalam tubuh kelebihan kalori
disimpan dalam bentuk lemak. Bila suatu waktu diperlukan, cadangan lemak ini
akan dipakai. Namun, kelebihan kalori yang terjadi terus-menerus menyebabkan
produksi lemak menumpuk sehingga tubuh menjadi gemuk.
-.
FAKTOR GENETIK
Sebagian masyarakat di berbagai daerah cenderung berada
dalam kondisi lebih gemuk dibandingkan dengan orang lain. Selain faktor
konsumsi, kegemukan dapat disebabkan oleh faktor keturunan.
Hal ini masih dapat kita perbaiki melalui pola makan yang baik, melakukan diet
yang sehat dan yang utamanya kita harus berdisiplin dalam melakukan program
diet.
-. FAKTOR SOSIAL
BUDAYA
Sebagian masyakat mempunyai keyakinan yang salah bahwa
gemuk merupakan pertanda sehat dan simbol kemakmuran. Orang gemuk dapat dianggap
berkecupan dan terawat baik. Sementara bertubuh kurus dianggap aib karena
mencirikan kurang nafsu makan atau makannya tidak terurus.
Ada pula kelompok masyarakat yang cenderung mengonsumsi
makanan yang tinggi kandungan lemak dan hidrat arang (karbohidrat). Akibatnya
berat tubuh meningkat sangat cepat sehingga tubuh lebih mudah menjadi gemuk.
Kenaikan berat tubuh akan lebih cepat bila konsumsi lemak banyak atau konsumsi
karbohidratnya rendah yang disertai lemak dan protein yang tinggi. Namun,
kenaikan berat tubuh paling lambat bila persentase konsumsi karbohidrat dan
protein dalam jumlah tinggi, tetapi konsumsi lemaknya rendah.
-.
FAKTOR KEJIWAAN
Setiap orang akan mempunyai cara yang berbeda-beda dalam
mengatasi masalah yang menimpa dirinya. Semisal seseorang yang
sedang mengalami stress ada yang kurang dalam makan malah ada pula yang malah
makin tidak mengontrol asupan makanannya. Dengan kata lain dalam hal ini ada
sebagian orang malah menjadi tidak dapat mengontrol makannya dan makan
berlebihan.
-. FAKTOR
AKTIVITAS FISIK
Banyaknya aktivitas fisik berarti banyak pula kalori
dalam tubuh yang terbuang. Namun kebanyakan dari kita tanpa
menyadari setiap hasbis berolahraga senantiasa makan dengan berporsi lebih.
Sebagai contoh setiap habis senam ataupun melakukan kegiatan olahraga kita
acapkali tanpa sadar karena lapar langsung makan. Ataupun saat kerja lembur di
depan komputer seringkali kita biasanya sambil “ngemil” hal ini pasti akan
menambah berat badan kita.
Melangsingkan Tubuh
Baik laki-laki maupun perempuan sangat mendambakan tubuh
ideal, dengan demikian seseorang yang mempunyai berat tubuh melebihi berat
ideal akan berusaha untuk menurunkan berat badannya ke titik berat badan ideal.
Namun kebanyakan ingin menurunkan badan secara instan dengan bantuan
obat-obatan kimia sintetis yang berefek berbahaya bagi kesehatan tubuh,
alangkah bijaksana apabila kita mempergunakan bahan alami berupa tanaman obat
dan tentunya juga dengan senatiasa berolahraga yang teratur serta pola makan
yang benar.
Sebenarnya,
apabila kita memmpergunakan bahan-bahan ramuan tradisional yang berasak dari
tanaman yang berkhasiat obat-obatan kita dapat membuat ramuan pelangsing tubuh
yang berasal dari tanaman obat tersebut. Ibu-ibu ataupun nenek kita telah lama menemukan
dan menggunakan obat-obatan tradisional untuk melangsingkan tubuh. Selain
obat-obat tersebut berkhasiat, yang lebih utamanya adalah aman bagi kesehatan
tubuh. Tetapi tentunya kita harus memilki pengetahuan yang benar dalam meracik
dan membuat ramuan tradisional, kita dapat menanyakan resep-resep tersebut
kepada ibu maupun nenek kita ataupun kita mencari beberapa sumber informasi
yang dapat kita percaya. Hal ini dapat meminimalisir hal-hal yang tidak kita
inginkan atau bahkan membahayakan kesehatan tubuh kita.
CARA PEMBUATAN RAMUAN YANG BAIK
Ramuan obat yang menggunakan bahan baku dari tanaman
telah banyak beredar di masyarakat, baik dalam bentuk ramuan yang diproduksi
besar-besaran maupun ramuan untuk keperluan terbatas. Tujuan pemanfaatan ramuan
tersebut sangat bervariasi mulai dari keperluan untuk menjaga kebugaran tubuh
sampai dengan untuk pengobatan gejala penyakit tertentu.
Dalam meracik ramuan tradisional banyak asfek yang harus kita perhatikan baik
dari pemilihan bahan, penyimpanan bahan hingga peralatan yang kita pergunakan
haruslah bersih. Apabila kita memperoleh bahan dasar dari penjual di pasar
perhatikan bahan-bahan tersebut dan jangan membeli bahan yang berkondisi buruk
apalagi jika sudah terkena jamur ataupun benalu.
Ramuan Tradisional Pelangsing Tubuh
Ramuan di bawah ini merupakan ramuan dari berbagai
simplisia kering maupun segar yang dapat dimanfaatkan dalam upaya membentuk
tubuh ramping. Pemanfaatan ramuan tidak dapat dirasakan khasiatnya dalam waktu
singkat. Ini disebabkan upaya membentuk tubuh ramping terkait dengan proses
normalisasi metabolisme tubuh dan bahn-bahan alam tidak dapat bekerja secepat
bahan sintesis. Namun, keamanan penggunaan bahan alam dapat lebih dijamin
dibanding dengan penggunaan bahan kimia sintesis.
-. Bahan utama berupa jeruk nipis dan teh
Bahan
:
Jeruk nipis masak
|
........................................................................................1
buah
|
Daun teh
|
.........................................................................................1
sdm
|
Air bersih
|
.........................................................................................1
gelas
|
Cara meramu
Daun
teh kering ditambahkan ke dalam air, kemudian dipanaskan dalam keadaan tertutup
hingga mendidih selama 30 menit. Setelah dingin, tutup dibuka dan disaring
hingga diperoleh filtrat sebanyak satu gelas. Filtrat tersebut kemudian
ditambahkan air perasan buah jeruk nipis yang sudah matang, lalu diaduk hingga
homogen. Ramuan diminum dua kali sehari sebanyak satu gelas selama satu bulan.
Bila perlu, peminuman ramuan tersebut dapat dilanjutkan.
Bahan utama berupa delima putih
Bahan:
Delima putih segar
|
........................................................2
buah
|
Air bersih
|
........................................................2
gelas
|
Garam dapur
|
........................................................secukupnya
|
Cara meramu:
Delima putih dicuci dan dipotong kecil-kecil, kemudian
dimasukkan ke dalam dua gelas air. Selanjutnya, air dan delima putih dipanaskan
dalam keadaan tertutup hingga mendidih selama 30 menit. Setelah itu, cairan
didinginkan, lalu ditambahkan sedikit garam dan saring. Cairan ramuan
yagdiperoleh diminum dua kali sehari sebanyak setengah gelas. Lakukan hal
tersebut setiap hari hingga dirasakan manfaatnya.
Bahan utama berupa kunyit, jintan, dan daun sirih
Bahan:
Rimpang kunyit segar
|
...........................................................5
jari
|
Daun sirih
|
...........................................................7
lembar
|
Biji jintan hitam
|
...........................................................1/2
sdt
|
Madu
|
............................................................3
sdt
|
Air bersih
|
............................................................2
gelas
|
Cara meramu:
Seluruh bahan dicuci bersih dengan air, kemudian rimpang
kunyit dan daun sirih dipotong kecil-kecil. Masukkan potongan tersebut ke dalam
wadah yang telah diisi dua gelas air. Setelah ditambah biji jintan hitam,
campuran dipanaskan dalam keadaan tertutup hingga mendidih selama 30 menit.
Setelah dingin, campuran disaring dan diperoleh filtrat. Filtrat tersebut
diminum dua kali sehari masing-masing setengah gelas. Setiap kali minum,
filtrat ditambahkam tiga sendok teh madu. Lakukan hal tersebut dalam waktu
tidak kurang dari 30 hari. Ramuan dapat terus diminum bila dirasa perlu.
Bahan utama berupa temukunci dan daun sirih
Bahan :
Daun sirih segar
|
............................................20 lembar
|
Rimapang temukunci
|
............................................4 ruas
|
Air matang
|
............................................1 gelas
|
Cara meramu:
Seluruh bahan dicuci bersih dengan air. Rimpang kunyit
dan daun sirih dipotong kecil-kecil, kemudian dimasukkan ke dalam alat penumbuk
dari kayu. Campuran bahan tersebut kemudian ditumbuk beberapa kali dengan
sedikit air hingga lumat. Selanjutnya, campuran tersebut diperas sehingga
diperoleh satu gelas air perasan. Ramuan air perasaan ini diminum setiap pagi
dan malam hari sebanyak setengah gelas. Disarankan meminum ramuan tersebut
dalam waktu kurang dari 30 hari. Ramuan dapat terus diminum bila dirasa perlu.
Bahan utama, rimpang bengle, jintan
hitam dan jeruk nipis
Bahan:
Rimpang bengle
|
...............................1/2 jari
|
Rimpang temuhitam
|
...............................1/2 jari
|
Buah jeruk nipis
|
...............................1 buah
|
Madu
|
...............................2 sdm
|
Cara meramu:
Semua bahan berupa rimpang dan buah dicuci bersih dengan
air. Rimpang dipotong kecil-kecil, sedangkan buah jeruk nipis dibelah menjadi
beberapa bagian. Campuran bahan tersebut dimasukkan ke dalam alat penumbuk dari
kayu. Tumbuklah campuran itu beberapa kali dengan sedikit air hingga lumat.
Selanjutnya, campuran diperas hingga diperoleh satu gelas air perasan. Minumlah
air perasan ini setiap pagi dan sore hari sebanyak setengah gelas. Setiap kali
ramuan diminum sebaiknya ditambahkan madu sebanyak satu sendok makan. Lakukan
hal tersebut dalam waktu tidak kurang dari 30 hari, tetapi dapat dilanjutkan
bila dirasa perlu.
Label:
KESEHATAN




